Flaming Pointer
Flaming Pointer
Flaming Pointer

Selasa, 31 Oktober 2017

Pasar modal

Perbedaan Pasar Modal Syariah Dan Konvensional Dan Sisdur Dan Operasional Pasar Modal Syariah
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH NON BANK
Dosen Pengampu : Anas Malik, M.E.Sy.














DISUSUN OLEH
KPI V (A)

HENI CAHYANTI PUTRI        (1503060081)

FAKULTAS ADAB, DAKWAH DAN KOMUNIKASI
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
1438 H / 2017 M KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendakNya jualah makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.
Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Lembaga keuangan syariab non bank. Adapun yang kami bahas dalam makalah ini mengenai Pasar Modal. Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yakni bapak Anas Malik, M.E.Sy. yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.
Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.
Harapan kami, makalah ini dapat menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.



Metro, Oktober 2017


 Penulis
DAFTAR ISI

JUDUL
KATA PENGANTAR    i
DAFTAR ISI    ii
BAB 1
PENDAHULUAN    1
A. Latar Belakang    1
B. Rumusan Masalah    2
C. Tujuan Penulisan    2
BAB II
PEMBAHASAN    3
A. Perbedaan Pasar Modal Syariah Dan Konvensional    3
B.  Sisdur Dan Operasional Pasar Modal Syariah    7
BAB III
PENUTUP    12
Simpulan    12
Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuanga jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. Pasar modal pasar untuk surat berharga jangka panjang, kalau pasar uang adalah pasar surat berharga jangka pendek. Baik pasar uang ataupun pasar modal merupakan bagian dari pasar keuangan (financial market). Pasar modal memperjualbelikan instrumen keuangan seperti saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertible, dan berbagai produk turunan. (derivatif) seperti opsi (put/ call), maka di pasar uang diperjualnelikan antara lain sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat berharga Pasar Uang (SBPU), Comercial Paper Notes, dll.
Prinsip intrumen Pasar modal syariah berbeda dengan pasar modal konvensional. Intrumen pasar modal syariah yang diperkenalkan dalam masyarakat berprinsip syariah, sedangkan pasar modal konvensional sitem mekanismenya masih mengandung riba, maysir, dan gharar.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.
Berdasarkan definisi tersebut, terminologi pasar modal syariah dapat diartikan sebagai kegiatan dalam pasar modal sebagaimana yang diatur dalam UUPM yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, pasar modal syariah bukanlah suatu sistem yang terpisah dari sistem pasar modal secara keseluruhan. Secara umum kegiatan Pasar Modal Syariah tidak memiliki perbedaan dengan pasar modal konvensional, namun terdapat beberapa karakteristik khusus Pasar Modal Syariah yaitu bahwa produk dan mekanisme transaksi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa perbedaan pasar modal syariah dan pasar modal konvensional ?
  2. Apa sisdur dan operasional pasar modal syariah ?
  1. Tujuan Penulisan

Untuk dapat menjelaskan perbedaan antara pasar modal syariah dan konvensional serta mengetahui sisdur dan operasional dalam pasar modal syariah.
BAB II
PEMBAHASAN
  1. Perbedaan Pasar Modal Bank Konvensional dan Bank Syariah
Penerapan prinsip syariah di pasar modal tentunya bersumberkan pada Al Quran sebagai sumber hukum tertinggi dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, dari kedua sumber hukum tersebut para ulama melakukan penafsiran yang kemudian disebut ilmu fiqih. Salah satu pembahasan dalam ilmu fiqih adalah pembahasan tentang muamalah, yaitu hubungan diantara sesama manusia terkait perniagaan. Berdasarkan itulah kegiatan pasar modal syariah dikembangkan dengan basis fiqih muamalah. Terdapat kaidah fiqih muamalah yang menyatakan bahwa “Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.” Konsep inilah yang menjadi prinsip pasar modal syariah di Indonesia.
Berikut dibawah ini dijelaskan mengenai perbedaan pasar modal syariah dengan konvensional secara spesifik :
  1. Indeks Syari'ah
  1. Indeks dikeluarkan oleh pasar modal syariah.
  2. Jika indeks Islam dikeluarkan oleh suatu institusi yang bernaung dalam pasar modal konvensional maka perhitungan indeks tersebut berdasarkan kepada saham-saham yang memenuhi kriteria-kriteria syariah.
  3. Seluruh saham yang tercatat dalam bursa sesuai halal.
Indek konvensional
  1. Indek dikeluarkan oleh pasar modal konvensional.
  2. Indeks konvensional memasukkan semua saham yang terdaftar dalam bursa saham.
  3. Seluruh saham yang tercatat dalam bursa mengabaikan aspek halal-haram.
  1. Instrumen yang diperdagangkan dalam Pasar Modal Syariah.
  1. Saham.
  2. Obligasi Syariah
  3. Reksa Dana Syrariah.
Instrumen yang diperdagangkan dalam Pasar Modal Konvensional.
  1. Saham
  2. Obligasi.
  3. Reksa Dana.
  4. Opsi.
  5. Right.
  6. Waran.
  1. Mekanisme Transaksi Pasar Modal Syari'ah.
  1. Tidak mengandung transaksi Ribawi.
  2. Tidak transaksi yang meragukan (gharar), spekulatif, dan judi.
  3. Saham perusahaan tidak bergerak dalam pada bidang yang diharamkan. (alkohol, judi. Rokok, dll)
  4. Transaksi penjualan dan pembelian saham tidak boleh dilakukan secara langsung untuk menghindari manipusi harga.
Mekanisme Transaksi Pasar Modal konvensional
  1. Menggunakan konsep bunga yang mengandung riba.
  2. Mengandung transaksi yang tidak jelas, spekulatif,  manipulatif, dan judi.
  3. Saham perusahaan bergerak dalam semua bidang baik haram maupun halal.
  4. Transaksi penjualan dan pembelian dilakukan secara langsung dengan menggunakan jasa broker sehingga memungkinkan para spekulan untuk mempermainkan harga.
  1. Saham (surat-surat berharga)
  1. Saham yang diperdagangkan datang dari emiten yang memenuhi ktriteria-kriteria syariah.
  1. Tidak ada transaksi yang berbasis bunga.
  2. Tidak ada transaksi yang meragukan.
  3. Saham harus dari perusahaan yang halal aktivitas bisnisnya.
  4. Tidak ada transaksi yang tidak sesuai dengan etika dan tidak bermoral seperti manipulasi pasar, insider trading dan lain-lain.
  5. Instrumen transaksi dengan mengunakan prisip mudharabah, musyarakah, ijarah, istisna', dan salam.
Saham (surat-surat berharga)
  1. Saham yang diperdagangkan datang dari semua emiten tanpa mengindahkan halal-haram.
  1. Mengandung transaksi yang berbunga.
  2. Mengandung transaksi yang spekulatif.
  3. Semua perusahaan baik aktivitas bisnisnya halal atau haram.
  4. Mengandung transaksi yang manipulatif.
  5. Instrumen transaksi dengan menggunakan prisip bunga.
  1. Obligasi syari'ah.
  1. Berdasarkan akad mudharabah dengan memperhatikan fatwa DSN-MUI No. 7/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudharabah.
  2. Emiten bertindak sebagai mudharib (pengelola modal).
  3. Pemegang obligasi sebagai shahibul mal (pemodal).
  4. Emiten obligasi tidak boleh melakukan kegiantan yang bertentang prinsip syariah.
  5. Nisbah harus disebutkan dalam akad.
Obligasi konvensional
  1. Berdasarkan prisip bunga.
  2. Emiten bertindak sebagai debitur (yang berhutang).
  3. Pemegang obligasi sebagai kerditur (yang berpiutang).
  4. Emiten obligasi dibebaskan kegiatan usahanya, sehingga tidak ada batasan halal-haram.
  5. Nisbah mengikuti perkembangan suku bunga.
  1. Reksa Dana syariah
  1. Berdasarkan akad wakalah antara manajer investasi dan pemodal, serta akad mudharabah antara manajer investasi dan pengguna investasi dengan memeperhatiakn fatwa DSN-MUI No. 20/ DSN-MUI/ IX/ 2000 tentang Reksa Dana Syariah.
  2. Investasi dilakukan pada instrumen keuangan yang sesuai dengan syariah.
  3. Jenis usaha emiten harus sesuai dengan syariah.
  4. Pembagian keuntungan antara pemodal (diwakili oleh manajer investasi) dan pengguna investasi berdasarkan proporsi yang ditentukan dalam akad.
  5. Manajer investasi tidak menanggung resiko kerugian selama tidak lalai. Artinya yang menanggung kerugian tetap pemodal.
Reksa Dana Konvensional
  1. Berdasarkan prisip kontrak investasi kolektif dengan memeperhatikan Pasal 18 sampai dengan Pasal 29 Bab IV UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
  2. Investasi dilakukan pada instrumen konvensional.
  3. Jenis usaha emiten tidak harus sesuai syariah.
  4. Pembagian keuntungan antara pemodal dan manager investasi berdasarkan perkembangan suku bunga.
  5. Manajer investasi juga menanggung resiko karena berdasarkan prinsip kolektivitas.
  1. Sisdur Dan Operasional Pasar Modal
  1. Prosedur emisi
Prosedur dan persyaratan emisi harus dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari masa tahap persiapan sampai berakhirnya emisi. Adapun prosedur dan tahapan emisi adalah sebagai berikut :
  1. Tahap persiapan
Sebelum melakukan penjualan saham atau obligasi di pasar modal, maka tahap pertama bagi perusahaan yang hendak mencari  modal di pasar modal adalah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Di dalam RUPS yang dihadiri para pemegang saham, yang dibicarakan antara lain :
  1. Tujuan mencari modal di pasar modal
  2. Jenis modal yang diinginkan
  3. Jumlah modal yang dibutuhkan
  4. Dan hal-hal lain yang berkaitan dengan emisi.
  5. prosedur emisi di pasar modal
  1. Penyampaian letter of intent
Hasil rapat yang telah disetujui dalam RUPS dituangkan dalam surat. Kemudian diajukan ke BAPEPAM sebagai wujud hendak menerbitkan efek di pasar modal. Penyampaian letter of intent meliputi :
  1. Pernyataan untuk emisi
  2. Jenis efek
  3. Nominal efek
  4. Waktu emisi
  5. Tujuan dan penggunaan dana emisi
  6. Data-data mengenai perusahaan
  7. Nama dan alamat bank yang menjadi relasi, notaris, akuntan, dan penasihat hukum
  1. Penyampaian pernyataan pendaftaran
Langkah selanjutnya setelah penyampaian letter of intent adalah penyampaian pernyataan pendaftaran. Penyampaian pernyataan pendaftaran memuat informasi-informasi antara lain :
  1. Data tentang manajemen dan komisaris
  2. Data tentang struktur modal
  3. Kegiatan usaha emiten
  4. Rencana emisi
  5. Penjamin pelaksana emisi
  1. Evaluasi oleh BAPEPAM
Kemudian apablila seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah terpenuhi, maka oleh BAPEPAM akan melakukan evaluasi terhadap dokumen-dokumen yang telah disampaikan . evaluasi oleh BAPEPAM meliputi kelengkapan dokumen. Kelengkapan dokumen harus ada dan dikatakan lengkap antara lain meliputi :
  1. Pernyataan pendaftaran
  2. Anggaran dasar perusahaan
  3. Laporan keuangan
  4. Jenis surat perjanjian yang telah dibuat dengan penjamin emisi, dealer, wali amanat, penanggung, dan perjanjian lainnya
  5. Surat pendapat dari segi hukum
  6. Laporan dari perusahaan penilai
  7. Jadwal waktu emisi dari penjamin emisi
  8. Laporan hasil evaluasi yang dilaksakan oleh penjamin emisi
  9. Surat pernyataan dari akuntan (comfort letter)
  10. Surat pernyataan dari manajemen
  11. Draft prospektus
Melakukan penelaahan terhadap seluruh dokumen yang telah diajukan. Tujuannya adalah untuk  melihat kesesuaian yang ada pada masing-masing dokumen. Penelaahan dokumen meliputi antara lain :
  1. Terhadap laporan keuangan
  2. Terhadap comfort letter
  3. Terhadap seluruh bentuk dan isi dokumen lainnya
Khusus untuk prospektus penelaahan haruslah meliputi kelengkapan informasi yang akan diberikan kepada masyarakat umum. Informasi yang harus ada di dalamnya antara lain :
  1. Penjelasan umum mengenai penawaran saham atau obligasi
  2. Tujuan penawaran umum
  3. Rencana penggunaan dana
  4. Sejarah perusahaan
  5. Usaha-usaha perusahaan
  6. Prospek usaha
  7. Faktor-faktor risiko usaha
  8. Ikhtisar keuangan perusahan
  9. Struktur permodalan
  10. Kebijakan deviden
  11. Pengurus dan pengawas
  12. Penjamin emisi
  13. Lembaga-lembaga penunjang
  14. Laporan dari para penilai
  15. Pendapat dari segi hukum
  16. Laporan
  17. Anggaran dasar perseroan
  18. Persyaratan pemesanan
  19. Masalah perpajakan
  20. Penyebarluasan prospektus
  21. Formulir pemesanan
Selanjutnya dinilai kemampuan emiten memenuhi persyaratan apakah sudah memenuhi syarat atau belum. Jika sudah memenuhi persyaratan, maka dimajukan ke langkah selanjutnya, namun apabila belum, maka diminta untuk melengkapinya atau dapat pula ditolak apabila tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  1. Dengar pendapat terbuka
Semua persyaratan telah dilengkapi oleh perusahaan yang hendak melakukan emisi, maka langkah selanjutnya adalah mengadakan debat terbuka. Debat terbuka diikuti oleh :
  1. BAPEPAM
  2. Perusahaan yang bersangkutan
  3. Serta lembaga-lembaga terkait lainnya
  4. Tujuan debat terbuka adalah untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak yang hendak melakukan emisi.
  1. Mekanisme Operasional Pasar Modal Syariah
Bagi perusahaan yang mencari dana segar, pasar modal menyediakan dana segar melalui mekanisme go public dengan menerbitkan saham dan menyediakan dana dari penjualan saham. Perusahaan dapat juga menerbitkan obligasi kepada masyarakat luas dan membayar imbalan yang lebih rendah daripada imbalan yang harus dibayar melalui pinjaman perbankan.
BAB III
PENUTUP

  1. SIMPULAN
Jadi selain prinsip yang digunakan pasar modal syariah dan pasar modal konvensional berbeda, berbagai hal terkait pasar modal pun juga berbeda dengan pasar modal konvensional seperti, indeks, intrumen serta mekanisme dll. Bagi para investor, berinvestasi dengan benar adalah bagaimana menjadi rekan bagi perusahaan sambil mendapatkan keuntungan dari laba dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, investasi di pasar modal seharusnya tidak berkisar pada prediksi naik turunnya harga saham dalam jangka pendek. Oleh karenanya berinvestasi di pasar modal syariah harus dilakukan pada instrument dari perusahaan yang solid, serta didukung oleh manajemen yang baik dan perencanaan bisnis yang jitu. Para investor harus berorientasi jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh pasar yang meyebabkan panic selling (menjual karena panic disebabkan harga saham yang melonjak tajam atau menurun drastic). Para investor melakukan penjualan saham karena mengetahui ada sesuatu yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang menyebabkan kinerja perusahaan menurun, seperti pergantian manajemen yang tidak baik, produksi yang dikeluarkan gagal, tidak mampu bersaing, dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA

Tjipto Darmadji Dan Hendy MF, Pasar Modal Di Indonesia. Salemba Empat : Jakarta. 2001.
Heri Sudarsono. Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah. Ekonisia:Yogyakarta. Edisi 3. 2005.
Sutedi, Adrian, Pasar Modal Syariah. Jakarta Timur: Sinar Grafika. 2011.
Tavinayati dan Qomariah, Yulia. Hukum Pasar Modal di Indonesia. Cet. 2.  Jakarta: Sinar Grafika. 2013.
Nasarudin, Irsan. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia. Cet. 7. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2007.
Huda, Nurul dan Nasutio, Mustafa Edwin. Investasi pada Pasar Modal Syari'ah.Cet. 1. Jakarta: Media Grafika. 2008.
Khaerul Umam. Pasar Modal Syariah dan Praktek Pasar Modal Syariah. Pustaka Setia:Jakarta. 2013. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar